Senin, 12 Maret 2012

AJARAN KASIH ANTARA TEORI DAN FAKTA


Mempraktekkan ajaran “kasih” Jesus seperti yang tercatat pada bible? Jesus sendiri tidak mempraktekkan “ajaran kasihnya” Apakah ajaran “kasih” Jesus membawa damai?

Berdasarkan matthew 10:34 Jesus tidak membawa damai.

10:34 "Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang (machaira).

Ket : 3162 macaira probably feminine of a presumed derivative of mach - mache 3163; a knife, i.e. dirk; figuratively, war, judicial punishment:--sword. μαχαιρα (218) a large knife or dagger, short sword. Machaira, adalah senjata yang canggih pada saat itu alias alat pembunuh yang mematikan http://www.aurorahistoryboutique.com/A000045.htm (padanan di Indonesia: clurit), jadi machaira pada ayat itu konotasinya apa?. Pengertian machaira menurut PB dan PL adalah sama : senjata, alias alat pembunuh. Untuk memotong telinga Matt 26:51 machairan, noun, singular. Bisa dibeli Luke 22:38 machairai, noun, plural.

Yahweh sendiri punya machaira (bacalah septuagint)

Exo 22:24 Maka murka-Ku akan bangkit dan Aku akan membunuh kamu dengan pedang (machaira), sehingga isteri-isterimu menjadi janda dan anak-anakmu menjadi yatim.

Deut 32:41 apabila Aku mengasah pedang-Ku (machairan mou) yang berkilat-kilat, dan tangan-Ku memegang penghukuman, dst...

Deut 32:42 Aku akan memabukkan anak panah-Ku dengan darah, dan pedang-Ku(machairan mou) akan memakan daging:...dst

Silahkan anda check sendiri apa arti “machaira” pada ayat bible lainnya.

Digunakan untuk siapa "machaira" (senjata) itu?

Matt 10:35 Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,

Matt 10:36 dan musuh (echtroi) orang ialah orang-orang seisi rumahnya.

Apa yang dipisahkan dengan “machaira”, orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya?, Machaira adalah senjata, digunakan untuk memisahkan ruh dan jasad mereka alias membunuh, sehingga mereka benar-benar terpisah oleh kematian. Tindakan apa yang harus dilakukan terhadap musuh dengan “machaira” ditangan? Apa ayat itu tidak berkonotasi untuk membunuh anggota keluarga sendiri?

Realisasi Matt 10:34, pengikut Jesus diperintah membeli machaira (anda sudah membeli atau belum?)

Luke 22:36 Jawab mereka: "Suatupun tidak." Kata-Nya kepada mereka: "Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang (machaira).

Luke 22:49 Ketika mereka, yang bersama-sama dengan Yesus, melihat apa yang akan terjadi, berkatalah mereka: "Tuhan, mestikah kami menyerang mereka dengan pedang

Peter memakai machaira Matt 26:51

Saya punya contoh applikasi Matt 10:34. Saya mau sedikit cerita tentang ajaran kasih Jesus. Kembali ketahun 1994 di Rwanda negeri itu adalah negeri yang paling Christian di benua Africa, buah success evangelical missionary ( http://www.britannica.com/eb/article-40763/Rwanda ), tapi ditahun itu tanpa ada pihak luar yang mengadu domba dua suku Hutu dan Tutsi saling bantai tidak pandang bulu termasuk para tokoh/pemuka agama juga terlibat/ gereja (Rwanda Christian Churches and Genocide in Rwanda my research indicates that religion was nevertheless an essential element in the Rwandan genocide. Timothy Longman Vassar College

1. Christian_Church_Genocide.htm

2. http://iwpr.net/?p=acr&s=f&o=325838&apc_state=henpacr

3. http://www.afrol.com/html/Countries/Rwanda/backgr_cross_genocide.htm

4. http://www.unitedhumanrights.org/Genocide/genocide_in_rwanda.htm

5. http://www.geocities.com/missionalia/rwanda1.htm

6. http://findarticles.com/p/articles/mi_m1058/is_8_121/ai_n6003109

7. http://www.newsfromafrica.org/newsfromafrica/articles/art_10231.html



Fakta: Dinegeri penganut ajaran Jesus yang katanya penuh kasih, dengan melibatkan gereja dan tokoh agama, rakyatnya saling membunuh, mereka melakukannya tanpa dengan alat pembunuh massal, hanya dalam waktu 100 hari atau 3 bulan 800.000-1000.000 nyawa manusia melayang (lebih dari 10% jumlah penduduk yang kala itu berjumlah 7,7 jt), hampir 10.000 nyawa sehari!!!!!(melebihi kekejaman rekan seiman mereka, Nazi). Bayangkan kalau berat rata-rata penduduk Rwanda/ Burundi yang terbunuh 40 kg, total korban genocide ajaran kasih = 800 ribu X 40 kg = 32 ribu ton/ 3 bulan melebihi produksi daging sapi nasional 34 ribu ton/ tahun http://www.bppt.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=1553&Itemid=30

Ajaran apakah yang memperlakukan manusia lebih kejam dari pada memperlakukan binatang?

Peristiwa itu sepertinya sesuai dengan Matt 10:34 "Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang…….

Bagaimanakah rekonsiliasi mereka?

1. http://www.nytimes.com/2004/04/07/international/africa/07RWAN.html?ex=1396756800&en=e0838186e9f4832f&ei=5007&partner=USERLAND


2. http://news.bbc.co.uk/1/hi/world/africa/3561365.stm


3. http://www.islamonline.net/English/News/2002-09/24/article42.shtml


Kembali kepada fitrah manusia. (Setelah tragedi tersebut para penduduk Rwanda mulai beralih memeluk Islam yang mereka anggap bisa menciptakan kedamaian)

Pertanyaan dari sdr. teman : "Saya tidak punya data statistik .. tapi permusuhan itu dari dulu ada. Bagaimana mengukur "bertambah kasih" atau "bertambah bermusuhan" ???" dijawab :"Paling mudah ukur saja dengan jatuhnya korban jiwa". Lalu Jones mengungkapkan fakta dan data statistik :

Coba anda check data ini valid atau tidak.

Sejak jaman Rasulullah tahun 622 hingga kini korban jiwa jang jatuh karena keterlibatan orang yang mengaku beragama Islam termasuk peristiwa politik dll.

Arab Outbreak, et seq. (7th Century CE and beyond) TOTAL: 698,200
Perang salib : 2000,000
Muhammad Shah Sultan of Kulbarga vs. Bukka I, Raya of Vijayanagar (1366) 500,000
Armenian Massacres (1915-23): 1 500 000
Bangladesh (1971): 1 250 000
Afghanistan (1979-2001): 1 800 000
Iran-Iraq War (1980-88): 1 000 000
Sudan (1983 et seq.): 1 900 000
Iraq, Saddam Hussein (1979-2003): 300 000
Kurdistan (1980s, 1990s): 300 000
Somalia (1991 et seq.): 400 000
Indonesia (1965-66): 450 000
Sudan (1955-72): 500 000
Lebanon (1975-90): 150 000
East Timor, Conquest by Indonesia (1975-99): 200 000
Uganda, Idi Amin's regime (1972-79): 300 000
Greco-Turkish War (1919-1922): 250 000, dll.

Total katakanlah 15 000 000 jiwa selama 14 abad, (Kalau karena ke Islaman saja jumlah korban diatas akan jauh berkurang),lebih sedikit jumlahnya bila dibandingkan dengan orang yang mati karena merokok di tahun 80 an. (R. Peto, "Mortality from tobacco in developed countries: indirect estimation from national vital statistics", Lancet, 23 May 1992: 1980s: 17,000,000}

Check data ini valid atau tidak.

Korban jiwa jang jatuh karena keterlibatan orang yang mengaku beragama Kristen. Ajaran yang diclaim "kasih"

0-XI terlalu panjang urutannya

Crusades (1095-1291) 1 000 000
Albigensian Crusade (1208-49) 1,000,000
During the Saracen slaughters in Spain 7000 000
Saxons and Scandinavians lost their lives opposing the introduction of Christianity 2 000 000
Holy Wars against the Netherlands, Albigenses, Waldenses, and Huguenots 1,000,000
Spanish Inquisition (1478-1834) 350000
French Wars of Religion 16th century 3 000 000
Thirty Years War 17th century 7 000 000

Total 22 000 000 selama 6 abad, siapakah pelakunya ? Ini melebihi 15 jt selama 14abad.

Penjajahan & perang Abad 18 - 19
Congo Free State (1886-1908): 8 000 000
Annihilation of the American Indian 20.000.000
(untuk genocide American Indian diatas angkanya lebih banyak dari itu, sedang saya pelajari)
Philippines Insurgency (1899-1902): 220 000
Brazil (1900 et seq.): 500 000
Amazonia (1900-12): 250 000
Portuguese Colonies (1900-25): 325 000
French Colonies (1900-40) >200,000
Abyssinian Conquest (1935-41): 400 000
Algeria (1954-62): 537 000
British India 19th century 17 000 000, dll.

Total kira kira 45 000 000 jiwa selama 2 abad , siapakah pelakunya ? lho kok grafiknya meningkat ?

Abad 20

First World War (1914-18): 15 000 000
Second World War (1937-45): 55 000 000
That's 35,000,000 deaths which can probably be blamed on Hitler to one extent or another.
Mexican Revolution (1910-20): 1 000 000
Spanish Civil War (1936-39) and Franco Regime (1939-75): 365 000 + 100 000
Korean War (1950-53): 2 800 000
First Indochina War (1945-54): 400 000
Second Indochina War (1960-75): 3 500 000
Ethiopia (1962-92): 1 400 000
Rwanda and Burundi (1959-95): 1 350 000
Liberia (1989-97): 150 000
Zaire (Dem. Rep. Congo), Civil War (1997) 250,000
Bosnia and Herzegovina (1992-95): 175 000
Iraq - International embargo (1990-): 350 000
Guatemala (1960-1996): 200 000
Colombia (1946-58): 200 000
Greek Civil War (1943-49): 158 000
Balkan Wars (1912-13): 140 000. dll.

Total kira kira 70 000 000 juta jiwa selama 1 abad , melonjak drastic siapa lagi pelakunya..? Jadi selama adanya Christianity hingga kini tahun sudah 140.000.000 juta jiwa melayang

Bagaimana nantinya di abad 21 ? Apakah itu yang disebut buah ajaran kasih ?

Coba direnungkan

20 abad 140 juta, 14 abad 15 juta

Ajaran yang manakah yang pantas disebut damai ? Perjanjian lama menyebutkan 1,300,000 orang mati atas perintah Jehowa, penduduk dunia saat itu 300,000,000 http://www.census.gov/ipc/www/worldhis.html

Persentasi orang mati diatas, dibanding jumlah penduduk dunia adalah 0.43%. Sekarang Perjanjian Baru total korban jiwa keterlibatan orang mengaku beragama Kristen 140,000,000 penduduk dunia sekarang 6,000,000,000. Persentasi orang mati diatas dibanding jumlah penduduk dunia adalah 2.33%.
0.43 % menjadi 2.33%??? Kok malah meningkat 540 %?


Saya mau bertanya,
Berdasarkan kisah bible, kesejahteraan apa yang dibawa Jesus kepada bani Israel, ummat yang kepada mereka dirinya diutus?
Fakta: Hanya dua generasi (40 tahun) setelah christianity diajarkan di Judea, bani Israel dihancurkan Romawi synagog agung dibumi ratakan, penduduknya dibunuh, diperbudak, diasingkan atau terpaksa meninggalkan tanah Judea.
It is estimated that as many as one million Jews died in the Great Revolt against Rome. When people today speak of the almost two-thousand-year span of Jewish homelessness and exile, they are dating it from the failure of the revolt and the destruction of the Temple.

http://www.jewishvirtuallibrary.org/jsource/Judaism/revolt.html
http://www.bible-history.com/nero/NEROThe_Jewish_Revolt.htm
http://www.livius.org/ja-jn/jewish_wars/jwar03.html

Berdasarkan riwayat, para pengikut Jesus sendiri dianiaya, dibunuh, bahkan ada yang mati tergantung termasuk para apostles yang katanya menerima roh kudus (menurut deut 22 mati tergantung terkutuk = masuk neraka???)
http://findarticles.com/p/articles/mi_qa4044/is_200604/ai_n16452274/pg_4

Saya mau bertanya  katanya Jesus membebaskan bani Israel dan pengikutnya dari dosa, sedangkan menurut Paul upah dosa adalah maut(kematian)Roma 3:23, apakah bisa dikatakan bebas dosa = bebas maut?

Kalau ya, berdasarkan fakta diatas Jesus tidak membebaskan bani Israel dan pengikutnya dari dosa.

Setelah ratusan tahun menggeliat dalam persaingan diantara denominasi dan syncretism, pada abad IV di Romawi Christianity dijadikan agama negara, ‘ajaran kasih yang sejati‘ menjadi nampak: Early Christianity was a minority Religion in the Roman Empire and the early Christians were themselves persecuted during that time. After Constantine I converted to Christianity, it became the dominant religion in the Roman Empire. In the view of some historians, the Constantinian shift turned Christianity from a persecuted into a persecuting religion. http://www.truthbeknown.com/victims.htm

Fakta: Seabad kemudian dunia memasuki jaman kegelapan (Dark Ages)peradaban manusia diambang dan menuju keruntuhan.

http://en.wikipedia.org/wiki/Dark_Ages 476

So apa yang dibawa christianity berdasarkan bible kepada kemanusiaan?

Siapakah yang menyelamatkan manusia dari kehancuran peradaban?

INFIDEL" REDEEMS CHRISTENDOM

As very pertinent to an understanding of the Rebirth of Learning, a paragraph will be devoted to a summary notice of Arabian culture and its saving influence on Christian ignorance; for it was, the Arabs who brought learning, literature and science to benighted Christendom and created the Renaissance which ended the Dark Ages of Faith.

Yet, in exactly 100 years, even before they were checked by the Christian Charles Martel at the battle of Tours in the heart of France, in the year 732, the Mohammedan Arabs became and remained the most highly civilized people in the world, the masters of an illustrious Empire of far greater extent than Christendom,--and which embraced the greater part of Christendom; and minions of good Christians quickly dropped God and Christ and became worshippers of Allah and his Prophet Mohammed.

http://altreligion.about.com/library/texts/bl_forgerychristianity56.htm

Kasih?? Damai??? ATAU HANYA LIPS SERVICE BELAKA???

Senin, 13 Februari 2012

BANTAHAN KEUNIVERSALAN ALKITAB 3: KITAB PERBUATAN


CONTOH KETIGA. Contoh ketiga, di mana ada dugaan bahwa Yesus memberikan wewenang atas misi dan kerasulan universal, terdapat dalam Kitab Perbuatan. Tempatnya di Bukit Zaitun, sebelah timur Yerusalem, dan tepat berada di seberang Lembah Kidron dan tembok Yerusalem. Waktunya empat puluh hari setelah Hari Minggu Paskah. 
 
"Sementara tinggal bersama mereka, ia memerintahkan mereka untuk tidak meninggalkan Yerusalem, tetapi menunggu janji dari Bapa di sana. "Ini", sabdanya, "Adalah apa yang kalian pernah dengar dariku; karena Yohanes telah membaptis dengan air, tetapi kalian akan dibaptis dengan Roh Kudus tidak lama lagi dari sekarang .. Namun, kalian akan menerima kekuatan ketika Roh Kudus dikirimkan pada kalian; dan kalian akan menjadi saksi-saksiku di Yeruslem, di seluruh Yudea dan Samaria, dan hingga ujung dunia". Ketika ia mengatakan hal ini, saat mereka memperhatikannya, ia diangkat ke langit, dan segumpal awan menutupinya dari pandangan mereka.1
 
Dua kekurangan pertama dalam ayat ini telah ditemukan sebelumnya ketika menganalisis penuturan Matius dan Lukas. Pertama, dugaan penugasan untuk melakukan mini dan kerasulan universal diakui diberikan oleh Yesus "yang dibangkitkan", bukan oleh Yesus yang masih hidup. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, Yesus "yang dibangkitkan" sering kali merupakan metafora untuk menerima sebuah "penampakan", dimana Yesus konon dilihat dan didengar. Kedua, para murid awal Yesus terus-menerus mengalami keraguan yang besar dalam pewartaan, jika bukan penolakan sebenarnya untuk mewartakan, pesan injil Yesus kepda orang-orang selain dari "tanah Israel".2

Kekurangan ketiga dalam menggunakan ayat Kitab Perbuatan di atas untuk mendukung kerasulan universal Yesus adalah sama dengan yang dijelaskan sebelumnya sebagai kekurangan keempat yang mendasari penuturan Lukas, yaitu penugasan kenabian universal bersifat kondisional, tidak absolut. Yesus cuma memerintahkan murid-muridnya untuk menunggu di Yerusalem, yaitu untuk membatasi kenabian mereka pada "tanah Israel", hingga "janji Bapa" terpenuhi. Hanya setelah Allah memenuhi janji ini, yang tidak pernah secara spesifik diidentifikasi dalam ayat di atas, maka para pengikut Yesus harus menyampaikan pesan injil hingga ke "ujung dunia". Hingga janji Allah terpenuhi, para pengikut Yesus harus membatasi misi dan kenabian mereka untuk Yerusalem, yakni untuk "tanah Israel". 

Sebagaimana yang terjadi dengan penuturan Lukas yang dikutip sebelumnya, interpretasi Kristen tradisional atas "janji dari bapa" ini adalah bahwa ia merujuk pada datangnya Penghibur dan/atau Roh Kudus. Interpretasi Kristen tradisional ini menemukan beberapa dukungan superfisial dalam ayat Kitab Perbuatan di atas, dalam hal bahwa klausul bersyarat berkenaan dengan "janji dari Bapa" secara langsung diikuti dengan pembahasan tentang Roh Kudus dan ramalan akan Pantekosta (saat para murid konon dipenuhi dengan Roh Kudus, yang diduga turun atas mereka), yang konon terjadi sepuluh hari kemudian. Namun demikian, sebagaimana akan dijelaskan di bawah, interpretasi mengenai sifat bersyarat penugasan universal ini merepresentasikan sebuah distorsi yang serius atas pesan Alkitab yang sebenarnya.


Keterangan:

1. Perbuatan 1:4-5, 8-9.
2. Perbuatan 11:1-19; 15:1-5; 21:17-26; Orang-orang Galatia 2:1-9.
 
Dikutip dari buku: "Salib di Bulan Sabit", karya: DR. Jerald F. Dirks, 2003.

BANTAHAN KEUNIVERSALAN ALKITAB 2: KITAB LUKAS


CONTOH KEDUA. Ayat kedua yang harus diperhatikan adalah dari Injil Lukas. Tempat ayat ini di Yerusalem, di mana Yesus konon berhadapan dengan sebelas orang muridnya yang masih ada, ditambah beberapa orang beriman lainnya. Pada saat itu, konon ia memerintahkan kepada mereka dalam pengertian, interpretasi, atau pemahaman yang sesungguhnya atas sabda-sabdanya dan kerasulannya di dunia ini. Waktu pertemuan ini diperkirakan Hari Minggu Paskah. Dengan mempertimbangkan konteks dan latar belakang di atas, ayat yang relevan dari Lukas dikutip di sini. 
 
Kemudian ia membuka pikiran-pikiran mereka untuk memahami kitab-kitab suci, dan ia berkata kepada mereka, "Demikialah yang tertulis, bahwa Sang Juru Selamat harus menderita dan bangkit dari kematian pada hari ketiga, dan bahwa pertobatan dan pengampunan dosa harus dinyatakan atas namanya bagi seluruh bangsa, dimulai dari Yerusalem. Kalian adalah saksi-saksi atas hal ini. Dan ingatlah, aku menyampaikan kepada kalian apa yang telah dijanjikan Bapa; maka tinggallah di kota ini hingga kalian diberi kekuatan dari langit".1  
 
Sekali lagi, ada banyak kekurangan yang tidak jelas dalam ayat di atas. Namun lagi-agi, kekurangan itu mendasari setiap klaim atas keakuratan sejarah ayat itu. Empat kekurangan dari ayat tersebut dipresentasikan di bawah ini. 

Kekurangan pertama, kata-kata yang dinisbahkan kepada Yesus dalam ayat di atas justru dinisbahkan kepada "Yesus yang dibangkitkan". Sabda-sabda dan tindakan-tindakan yang diduga berasal dari Yesus "yang dibangkitkan" sering kali harus dipahami sebagai sabda-sabda yang didengar dan tindakan-tindakan yang dilihat dalam sebuah "penampakan". Autentisitas, klredibilitas, dan reliabilitas kesejarahan kesaksian atas "penampakan" semacam ini harus didekati dengan takaran skeptisisme yang sehat. 

Kekurangan kedua, murid-murid Yesus sebenarnya sangat ragu-ragu untuk mendekati orang-orang non-Yahudi, dan cenderung tidak mau memasukkan mereka yang bukan tari "tanah Israel".2 Dalam hal ini, berguna untuk sekali lagi mencatat ayat dari Kitab Perbuatan berikut, yang dengan jelas menyatakan posisi "gereja" awal di Yerusalem, yang "anggota-anggotanya" termasuk murid-murid Yesus yang orisinal. 
 
Kini mereka telah terpecah-belah karena penyiksan yang terjadi atas Stefen yang telah menempuh perjalanan sejauh Phonenisia, Cyprus, dan Antiokia, dan mereka tidak mengatakan sepatah kata pun kecuali kepada orang-orang Yahudi.3
 
(Kekurangan ketiga) Selain kekurangan-kekurangan di atas, laporan Lukas juga dikaitkan dengan pernyataan yang berkenaan dengan dugaan penyaliban dan kebangkitan-kembali Yesus, yang ditunjukkan baik oleh injil apokrif maupun injil kanonik, mungkin sebenarnya tidak pernah terjadi. Hal ini menimbulkan beberapa keprihatinan tambahan mengenai kecermatan historis ayat Lukas yang dipersoalkan ini. 

Kekurangan keempat, penuturan Lukas bukanlah pengabsahan mutlak atas kerasulan universal. Namun, jika dipertimbangkan pada dataran nilai, laporan Lukas paling-paling merupakan pengabsahan bersyarat atas kerasulan universal. Orang-orang Kristen, yang berusaha menggunakan ayat ini sebagai penugasan atas kerasulan universal, terlalu sering mengabaikan sifat bersyarat dari pernyataan dalam Lukas ini. Bagaimanapun, ayat itu dengan jelas menyatakan bahwa : (A) kenabian dimulai di Yerusalem; (B) kenabian tetap dipusatkan di Yerusalem hingga Yesus memberikan "kepadamu apa yang telah dijanjikan Bapak" dan hingga "engkau diberi kekuatan dari langit"; dan (C) hanya setelah syarat-syarat dalam "B: dipenuhi, maka kerasulan harus dikembangkan dari Yerusalem ke "seluruh bangsa".

Sederhananya, misi dan kerasulan harus dibatasi pada "domba-domba yang tersesat dari tanah Israel", hingga saat seperti "apa yang telah dijanjikan Bapa" telah dipenuhi, dan "engkau diberi kekuatan dari langit". Apakah yang Allah janjikan untuk dikirim? Apakah yang dimaksud "kekuatan dari langit" ini? Interpretasi Kristen tradisional menyatakan bahwa ia adalah turunnya Roh Kudus pada saat Pantekosta. Jika interpretasi tersebut diterima, maka syarat tersebut telah dipenuhi pada saat Pantekosta, hanya 50 hari setelah peristiwa-peristiwa yang digambarkan dalam ayat Lukas di atas. Namun demikian, ada banyak alasan yang tepat dan memadai untuk meragukan interpretasi ini, dan pernyataan-pernyataan yang dicatat di tempat lain dalam kitab Perjanjian baru betul-betul menolak interpretasi semacam ini.


Keterangan:
 
1. Lukas 24:45-49.
2. Perbuatan 11:1-18; 15:1-5; 21:17-26; Orang-orang Galatia 2:1-9.
3. Perbuatan 11:19.

BANTAHAN KEUNIVERSALAN ALKITAB 1: KITAB MATIUS


Berbagai kitab dalam Perjanjian Baru mencatat tiga ungkapan yang diduga berasal dari Yesus. Masing-masing ungkapan tampaknya menunjukkan universalitas kerasulan Yesus dan para pengikutnya. Dalam uraian berikut, setelah penggambaran singkat mengenai suatu tempat yang dicantumkan pada ungkapan yang diduga berasal dari Yesus itu, masing-masing dari ketiga ayat ini dikutip kata-per-kata, dan ayat alkitabiah yang meragukan dikritisi. 

CONTOH PERTAMA. Ayat pertama yang harus dipertimbangkan berasal dari Injil Matius. Tempatnya di Galolee, sebelah utara Palestina. Waktunya beberapa hari setelah dugaan penyaliban dan kebangkitan-kembali Yesus,1 ketika sedikitnya sebelas orang murid2 melakukan perjalanan beberapa hari dan Yerusalem, tempat mereka merayakan Minggu Paskah, menuju Galilee. 
 
Kini sebelas orang murid itu pergi ke Galilee, menuju gunung tempat mereka dulu pernah dituntun ke sana oleh Yesus. Ketika mereka melihatnya, mereka menyembahnya; tetapi sebagian ragu. Kemudian Yesus datang dan berkata kepada mereka, "Seluruh kekuasaan di langit dan di bumi telah diberikan kepadaku. Oleh karenanya, pergilan dan carilah murid-murid dari seluruh bangsa, dengan membaptis mereka atas nama Bapa, Putra, dan roh Kudus, serta mengajarkan kepada mereka untuk mentaati segala hal yang telah aku perintahkan kepadamu. Dan ingatlah, aku selalu bersamamu, hingga akhir zaman".3
 
Kelihatannya, ayat di atas merupakan bukti yang sangat kuat bahwa Yesus menyatakan kerasulan universal. Akan tetapi, ada banyak kekurangan penting dan serius dalam ayat di atas. Sekarang, mari kita telaah kekurangan-kekurangan ini. 

Pertama dan terpenting harus diingat bahwa Matius menggambarkan pernyataan di atas dari mulut Yesus "yang dibangkitkan", bukan dari saat Yesus melaksanakan misi "kerasulan di dunia". Dalam kitab-kitab Perjanjian Baru, penggunaan kosep Yesus "yang dibangkitkan" sering kali berupa sandi yang menunjukkan bahwa apa yang disebut "saksi" benar-benar telah mengalami satu "penampakan". Dalam hal ini, kita harus mempertimbangkan kasus "penampakan" Paulus (saul Tarsus) ketika ia melakukan perjalanan dari Yerusalem dan Damaskus, dengan maksud untuk menyiksa para pengikut awal Yesus.4 Jelasnya, sebuah "penampakan" - dengan otoritasnya sendiri - tidak bisa mengklaim jenis kepercayaan historis yang sama seperti kata yang diucapkan Yesus selama masa hidup dan penasbihannya. Seperti diketahui, keraguan yang nyata mengenai keakuratan sejarah pernyataan di atas menjadi sangat jelas. 

Kedua, ungkapan Yesus yang dilaporkan dan diduga merupakan perintah kepada murid-muridnya adalah satu rumusan pembaptisan liturgis dalam bentuk literer yang menunjukkan asal-muasalnya dalam gereja-gereja Kristen awal. Dengan penyuntingan dan paredaksian kemudian atas Matius, rumusan pembaptisan liturgis ini tampaknya telah dimodifikasi menjadi [berasal dari] kata-kata Yesus "yang dibangkitkan", karenanya, bentuk analisis kritis (Formgeschichte) atas ungkapan itu mengarah pada penisbahannya dengan gereja-gereja Kristen awal, yang sampai batas tertentu kemungkinan tidak lebih awal daripada abad ke-2 M. bahwa rumusan pembaptisan ini menunjuk pada waktu yang jauh lebih belakangan daripada Yesus bisa dilihat dengan adanya fakta bahwa para murid melanjutkan pembaptisan hanya atas nama Yesus, dengan menghindari setiap penyebutan trinitas dalam rumusan pembaptisan liturgisnya. 
 
Petrus berkata kepada mereka, "Bertobatlah, dan dibaptislah setiap orang dari kalian atas nama Yesus Kristus sehingga dosa-dosa kalian bisa diampuni; dan kalian akan menerima anugrah dari Roh Kudus.5
 
Ketiga, kritik teks menunjukkan bahwa ayat dari Matius di atas mendapatkan banyak sisian dan penambahan kemudian. Misalnya, dalam kutipan abad ke-4 M dari ayat di atas, Eusebius6 menyatakan sebagai "membaptis mereka atas namaku", alih-alih "membaptis mereka atas nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus".7 Karenanya, paling tidak hingga akhir abad ke-4 M, ayat Matius di atas masih mengalami proses penyuntingan dan penambahan oleh mereka yang ada di gereja-gereja Kristen! Fakta ini sendiri cukup untuk menilai bahwa kesejahteraan ayat Matius menjadi sama sekali tidak berarti. 

Keempat, jika Yesus benar-benar memerintahkan murid-muridnya untuk menyampaikan kerasulan ke "seluruh bangsa", catatan kesejarahan tersebut dengan jelas menunjukkan bahwa mereka sangat ragu-ragu untuk menaati perintah ini, bahkan sering kali mengabaikannya sama sekali. Pembangkangan dan/atau keraguan dalam menaati perintah yang diduga berasal dari Yesus "yang dibangkitkan" untuk menyampaikan pesan kepada "seluruh bangsa" ini dengan cepat dan mudah bisa diverifikasi dan dikuatkan oleh banyak ayat Perjanjian Baru, termasuk Kitab Perbuatan 11: 1-18, dimana Petrus dihukum oleh para anggota "gereja"8 Yerusalem awal hanya karena makan bersama orang-orang Kristen non-Yahudi. Bagaimana mungkin para sesepuh "gereja" Yerusalem ini bisa menentang Petrus untuk makan bersama orang-orang Kristen non-Yahudi jika Yesus benar-benar memberikan perintah untuk menyampaikan pesan kepada "seluruh bangsa"? 

Selain itu, Orang-orang Galatia 2: 1-9 mendokumentasikan kesulitan Paulus untuk meyakinkan "gereja" Yerusalem awal agar ia diizinkan menyampaikan pesan injil kepada orang-orang non Yahudi. Bagaimakah Paulus bisa menemui kesulitan semacam ini jika Yesus benar-benar memberikan tugas universal kepada murid-muridnya? Ingatlah, Paulus bukan dan tidak pernah menjadi murid Yesus, dan bahkan tidak pernah bertemu Yesus selama masa kehidupan Yesus di dunia. Lebih jauh, Kitab Perbuatan - yang pada dasarnya merupakan kitab propaganda, yang kokoh melaporkan sejarah gereja-gereja awal, tetapi memasukkan tradisi Paulus yang menyimpang dalam agama Kristen awal - bahkan lebih jauh mencatat bahwa murid-murid Yesus yang sebenarnya dengan tegas menolak Paulus sebagai seorang murid pengikutnya. 
 
Ketika ia telah sampai di Yerusalem, ia berusaha untuk bergabung dengan murid-murid itu; dan mereka semua takut kepadanya, karena mereka tidak percara bahwa ia adalah seorang murid.9
 
Sebagimana diketahui, argumen Paulus untuk menyampaikan pesan injil kep ada orang-orang non-Yahudi buikanlah tindakan seorang murid, dan tindakannya ini menuai banyak celaan dari "gereja" orisinal yang berada di Yerusalem.10 Satu contoh lainnya agaknya perlu dikutip secara lengkap di bawah ini : 

Kini mereka telah terpecah-belah karena penyiksaan yang terjadi atas Stefen yang telah menempuh perjalanan sejauh Phoenisia, Cyprus, dan Antiokia, dan mereka tidak mengatakan sepatah katapun kecuali kepada orang-orang Yahudi.11

Berkaitan dengan penugasan yang konon diberikan kepada murid-muridnya untuk "mengembara dan mengambil murid dari seluruh bangsa", kekurangan keempat ini saja sudah cukup untuk menunjukkan bahwa "tidak mungkin Yesus mengatakan hal ini ..."12

Jika dipertimbangkan bersama, empat kekurangan yang dicatat di atas memberikan bukti meyakinkan bahwa kata-kata yang dituturkan dalam Matius 28: 18-20 tidak bisa dikatakan berasal dari Yesus, jika setiap persamaan yang mengandung keakuratan sejarah dipertahankan. Sebagaimana diungkapkan oleh salah seorang teolog Kristen dan penafsiran Alkitab: "ayat-ayat ini kemungkinan lebih mencerminkan interpretasi gereja awal daripada kata-kata Yesus yang sebenarnya ..."13


Keterangan:
 
1. Lihat "Bantahan-bantahan penyaliban Yesus" pada menu.
2. Mungkin, 11 murid tersebut merujuk pada 12 orang murid dikurangi Yudas Iskariot.
3. Matius 28:16-20.
4. Perbuatan 9:1-9.
5. Perbuatan 2:38.
6. Eusebius Pamphili adalah seorang uskup Caesarea pada abad ke-4 Masehi. Dia adalah pengarang karya monumental Ecclesiastical History, Chronicle, dan pelbagai macam apologi serta komentar. -- (1998c)
7. Davies JN (1929b)
8. Para murid dan sesepuh tersebut berkumpul bersama di Yerusalem yang secara tradisional dirujuk sebagai gereja Yerusalem. Namun demikian, ia bukanlah sebuah "gereja". Mereka tetap melakukan kebaktian dan bersembahyang di kuil Yahudi, dan dengan jelas mempertahankan diri mereka sebagai bagian dari "negeri Israel". Mereka bukanlah sebuah agama baru, yaitu agama Kristen, tetapi mereka ada di antara orang-orang Yahudi yang telah kembali pada kepasrahan kepada Allah. (Lihat "Perspektif Islam dan Yudeo-Kristen" pada menu).
9. Perbuatan 9:26.
 10. Perbuatan 15:1-5; 21:17-26; Orang-orang Galatia 2:1-9. Ingatlah bahwa Kitab Perbuatan ditulis oleh tradisi dan mazhab Paulus, dan karenanya mempresentasikan laporan yang sangat bias mengenai konflik antara Paulus dan "gereja" awal di Yerusalem. Misalnya, Perbuatan 21:17-26 mengaku menunjukkan bahwa "gereja" Yerusalem mendukung Paulus. Namun demikian, fakta yang sebenarnya adalah, sebagaimana dilaporkan dalam keterangan yang sebenarnya, bahwa para sesepuh "gereja" Yerusalem tersebut memerintahkan Paulus melaksanakan ritus-ritus sementara sebagai seorang Nazarite, yang menunjukkan bahwa ia harus melaksanakan pemurnian diri dan melaksanakan penebusan dosa untuk menebus apa yang telah ia perbuat.
11. Perbuatan 11:19.
12. Fenton JC (1973), hal. 453.
13. Hamilton W (1959), hal. 109.

DISTORSI SURAT IBRANI 2: Firman Roh Kudus (Kepada ???)


Penulis Surat kepada Orang Ibrani (disingkat: Surat Ibrani) menyatakan bahwa Yesus lebih mulia dibandingkan dengan Musa, sama seperti ahli bangunan yang lebih dihormati dibandingkan dengan rumah yang dibangunnya, karena Yesus adalah Anak yang mengepalai rumah sedangkan umat-Nya adalah rumah-Nya. Ayat-ayat selanjutnya dikutip di bawah ini. 

Surat kepada Orang Ibrani:
3:7. Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya (Yesus),
3:8 janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun, 
3:9 di mana nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, sekalipun mereka melihat perbuatan-perbuatan-Ku, empat puluh tahun lamanya. 
3:10 Itulah sebabnya Aku murka kepada angkatan itu, dan berkata: Selalu mereka sesat hati, dan mereka tidak mengenal jalan-Ku, 
3:11 sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku."
Penulis Surat Ibrani membuat cerita khayal seolah-olah ayat-ayat di atas merupakan firman Roh Kudus tentang Yesus (Ibrani 3:7). Orang Kristen awam akan cepat menerima tulisan di atas sebagai sebuah pernyataan tentang kemanunggalan Yesus dan Roh Kudus, dimana Yesus dan Roh Kudus secara bersama-sama dinyatakan dalam ayat-ayat Surat Ibrani di atas. Ayat-ayat Surat Ibrani di atas sesungguhnya merupakan ayat-ayat Kitab Mazmur yang dikutip lengkap di bawah ini: 

Kitab Mazmur:
95:1. Marilah kita bersorak-sorai untuk TUHAN, bersorak-sorak bagi gunung batu keselamatan kita. 
95:2 Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur, bersorak-sorak bagi-Nya dengan nyanyian mazmur. 
95:3 Sebab TUHAN adalah Allah yang besar, dan Raja yang besar mengatasi segala allah. 
95:4 Bagian-bagian bumi yang paling dalam ada di tangan-Nya, puncak gunung-gunungpun kepunyaan-Nya. 
95:5 Kepunyaan-Nya laut, Dialah yang menjadikannya, dan darat, tangan-Nyalah yang membentuknya. 
95:6 Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita. 
95:7. Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya (Allah)!  

95:8 Janganlah keraskan hatimu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun, 
95:9 pada waktu nenek moyangmu mencobai Aku, menguji Aku, padahal mereka melihat perbuatan-Ku. 
95:10 Empat puluh tahun Aku jemu kepada angkatan itu, maka kata-Ku: "Mereka suatu bangsa yang sesat hati, dan mereka itu tidak mengenal jalan-Ku." 
95:11 Sebab itu Aku bersumpah dalam murka-Ku: "Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku."
Sungguh, telah terjadi sebuah distorsi pesan yang demikian menggelikan! Dengan mengambil bagian akhir dari Mazmur 95:7 dan menggabungkannya dengan Mazmur 95:8-11, tampak seolah-olah ayat-ayat tersebut merupakan firman Roh Kudus tentang Yesus. Padahal, ayat-ayat Mazmur yang dikutip penulis Surat Ibrani sebenarnya berbicara tentang firman Allah kepada Nabi/Raja Daud yang juga merupakan salah seorang rasul Allah kepada umat Israel, yang konon menerima wahyu dalam bentuk Kitab Mazmur. 

Perhatikan kalimat "Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya", ia sama sekali bukanlah firman Roh Kudus, tetapi merupakan kata-kata dari penulis Kitab Mazmur, dan ia adalah bagian akhir dari Mazmur 95:1-7 yang mengajak umat Israel untuk menyembah hanya kepada Allah saja. Betapa menggelikannya distorsi ini!

Sebagaimana diketahui, bahwa Kitab Mazmur merupakan kitab kompilasi tambal-sulam (cut-and-paste). Karenanya, Mazmur 95:1-11 merupakan salah satu contoh hasil kompilasi tersebut, yang jika diurai masing-masing terdiri dari Mazmur 95:1-7 dan Mazmur 95:8-11. Keterangan selengkapnya dapat dibaca pada pengarang Mazmur.